Sejarah Peradaban Islam Khufaurrasyidin
PERADABAN ISLAM PADA MASA KHULAFAURRASYIDIN
OLEH: KELOMPOK 3
MILDA YANTI
NOVITA SARI
NURUL PRATIWI
RIZKI FIKRIANSYAH
SRI WULANDARI
PRODI: PAI-III B REGULER PAGI
Diajukan Memenuhi Tugas Berstruktur Pada Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam
DOSEN PENGAMPU: SITI KHADIJAH, M. PDI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYEKH. H. ABDUL HALIM HASAN AL-ISLAHIYAH BINJAI
2018
PENDAHULUAN
Dalam sebuah buku dijelaskan bahwa pada masa Khulafaur Rasyidin ini hanya berlangsung tidak lebih dari tiga puluh tahun. Masa mereka menjadi sangat istimewa karena mengikuti manhaj Rasulullah secara sempurna sesuai dengan jalan yang lurus yang diridhoi Allah Swt. Dengan ini, pada masa mereka menjadi gambaran palik tepat bagi pelaksanaan hukum dan pemerintahan Islam. Dari gambaran ini dapat kita jadikan tauladan bagi para penguasa yang mengiginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pada masa ini peradaban Islam mencapai puncak yang sebenarnya. Karena pada masa ini mereka berusaha untuk melahirkan manusia-manusia yang bahagia. Pada masa itu mereka memperolah kebahagian yang sempurna, karena mendapatkan keadilan, persamaan, keamanan, rasa tentram, dan memproleh segala kebutuhan hak asasi. Namun pada akhir masa pemerintahan mereka, terjadi fitnah yang menimpa kaum muslimin. Fitnah inimengakibatkan perpecahan dalam beberapa kelompok dan menimbulkan faham-faham yang hingga sekarang ini masih berlangsung.
Dalam buku lain dijelaskan bahwa ketika Rasulullah Wafat timbul pergolakan dikubu dua golangan yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Ketika itu Rasul tidak meninggalkan wasiat apapun untuk meneruskan kepemimpinannya. Sekolompok orang berpendapat bahwa Abu bakarlah yang pantas menggantikan Rasul, kemudian sekelompok orang berpendapat bahwa Ali bin Abi Tholib lah yang layak, lalu ada yang berpendapat yang menggantikan Rasul ialah berasal dari kaum Quraisya yaitu dalam golongan Muhajirin, dan sekelompok lagi berpendapat yang berhak ialah dari golongan Anshar. Masing-masing kelompok merasa berhak menggantikan Rasul. Namun dengan kebijaksanaan akhirnya mereka menunjuk Abu Bkar sebagai Khalifah menggantikan Rasul, sebab beliaulah yang pertama kali menemani Rasul, dan lebih mengetahui risalah Rasul, kemudian dia pun termasuk as-sabiqunal al-awwalun dan mendapatkan gelar Ash-shiddiq. Akhirnya terpilihlah Abu Bakar sebagai Khalifah.
Meskipun begitu perlu kita ketahui bahwa Rasulullah tidak dapat digantikan oleh siapapun. Sebab setelah Rasul wafat tidak ada lagi yang mendapat wahyu dan menjadi Nabi. Dalam hal ini yang digantikan adalah seorang pemimpin dari umat Islam agar tidak terjadinya penyimpanga. Kekhalifan tersebut diteruskan oleh empat orang yang adil dan benar. Karena mereka berempat adalah sahabat Rasul yang benar-benar mendapat pengajaran yang lurus langsung dari Rasul, sehingga kepemimpinan mereka adalah kepemimpinan yang benar. Mereka mendapat gelar sebagai Khulafaur Rasyidin. Untuk itu kita akan membahas peradaban Islam pada masa Khulafaur Rasyidin.
PEMBAHASAN
Bagan kekhalifahan Islam
A. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Dijelaskan dalam sebuah buku, Abu Bakar banyak menyelesaikan maslah Internal, menghadapi orang-orang muratd, orang yang tak mau membayar zakat dan juga melakukan pengumpulan Al-Qur’an. Inilah masalah yang timbul ketika Abu Bakar menjabat sebagai Khalifah. Lantas dengan itu, pertumbuhan dan peradaban islam pada masa Abu Bakar hanya meliputi hal yang demikian. Untuk itu akan kita bahas dalam risalah Abu Bakar.
Abu Bakar memiliki nama lengkap Abu Bakar Abdullah bin Abi Quhafah bin Utsman bin Amr bin Masud bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr At-Taimi Al-Quraisyi. Lahir pada 573 M. Dilingkungan yang sangat berpengaruh dan banyak melahirkan tokoh-tokoh besar. Ayahnya bernama Abu Kuhafah bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Mun’ah bin Ka’ab bin Lu’ay, berasal dari suku Quraisy. Ibunya bernama Ummu Al-Khair Salmah binti Sahr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taym bin Murrah. Abu Bakar merupakan keturan dari golongan Quraisy, keluarganya adalah orang yang terpandang. Bukan hanya itu golongan mereka pun adalah golongan yang terbanyak dan terbesar di Mekkah. Maka dari itu mereka sangat berpengaruh di Makkah, kemudian mereka banyak melahirkan tokoh-tokoh besar yang mempengaruhi perkembangan di Mekkah. Abu Bakar adalah sahabat dari Rasul. Mereka sudah berteman sejak kecil.
Abu Bakar adalah orang yang pertamakali beriman dan ia mendapat gelar as-sabiqunal awwalun, Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah berdasarkan hasil musyawarah dari para sahabat. Beliau menjabat hanya dua tahun lebih. Selama masa itu dia habiskan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul ketika Rasulullah wafat. Sebab, banyak para pengikut Nabi murtad khususnya penduduk Mekkah, mereka merasa kebingungan karena Rasul sudah wafat, maka islam pun akan hilang. Untuk mengatasi itu beliau pun mencoba mengembalikan semangat dan memperkuat keimanan mereka dengan memberikan dorongan-dorongan kepada mereka. Tetapi hal tersebut malah menjadi peperangan yang membuat Abu Bakar mau tak mau harus melawannya. Peperangan ini disebut dengan perang Riddah yaitu perang melawan orang-orang yang murtad. Di dalam buku lain dijelaskan bahwa Abu Bakar hanya memimpin selama dua tahun. Waktu yang singkat itu hanya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam negri, karena mereka sangat keras kepala dan tetap menentang, dan dikhawatirkan akan membahayakan agama dan pemerintahan, maka Abu Bakar mengambil keputusan dengan melakukan perang yang dinamakan perang riddah. Sebagai jendralnya yaitu Khalid bin Walid.
Di dalam buku lain juga dibahas bahwa masa itu adalah masa yang paling sulit bagi kelancaran dakwah Islam dikemudian hari. Gangguan dan rintangan itu muncul dari berbagai kelompok yang mengaku dirinya sebagai Nabi palsu, kemudian orang-orang yang murtad dan kelompok yang tidak mau membayar zakat.
Nama-nama Nabi palsu itu adalah sebgai berikut:
1. Musailamah Al-Kadzab dari Bani Hnifah
2. Thulaihah bin Khuwailid dari Bani As’ad
3. Saj’ah Tamimiyah dari Bani Tamim ( istri dari Musailamah Al-Kadzab )
4. Aswad Al-Ansi dari Yaman
Setelah maslah-masalah itu dapat ditumpas, Abu Bakar pun membentuk sistem pemerintahan. Pada masa ini simtem pemerintahan yang dibentuk adalah seperti, eksekutif, pertahandan keamanan, yudikatif serta sosial ekonomi. Kekuasaan pada saat itu mutlak berada di tangan Abu Bakar. Meskipun begitu dalam menyelesaikan maslah Abu Bakar tidak mengambil keputusan sendiri, ia selalu bermusyawarah dulu dengan sahabat-sahabatnya. Sehingga Abu Bakar sukses dalam kepemerintahannya yang meskipun hanya berlangsung selama dua tahun.
B. Peradaban Pada Masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Ada beberapa peninggalan dan juga beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Abu Bakar pada saat beliau memimpin diantaranya adalah:
1. Kebijakan-kebijakan pada masa Abu Bakar
a) Kebijakan terhadap agama
Kebijakan yang diambil oleh Abu Bakar ialah melakukan penumpasan terhadap mereka yang telah melecehkan agama.
b) Kebijakan kenegaraan
Diantaranya adalah: dibidang eksekutif, membentuk dewan delegasi-delegasi yang bertugas di pusat, beliau menunjuk Ali bin Abi Tholib, Utsman bin Affan, dan Zaid bin Tsabit sebagai sekretaris dan Abu Ubaidah sebagai bendahara. Kemudian membentuk provinsi-provinsi dan setiap provinsi memiliki seorang pemimpin. Dibidang pertahan dan keamanan, membetuk pasukan-pasukan pertahanan untuk mempertahankan eksistensi keagamaan dan pemerintahan. Pasukan itu disebarkan di dalam maupun di luar negeri, sebagai panglima ialah Khalid bin Walid, Musanna bin Harisah, Amr bin ‘Ash, Zaid bin Sofiyan dan lain-lain. Pada bidang yudikatif, dibentuknya lembaga kehakiman yang bertujuan dan berfungsi untuk memutuskan hukuman atau pun memecahkan suatu maslah. Yang menjadi hakimnya adalah Umar bin Khattab. Dan terakhir ialah bidang sosial ekonomi, pada bidang ini dibuatlah Baitul Mal, yang mengelola infak, sedekah, zakat dan harta rampasan yang digunakan sebagai gaji pegawai dan untuk kesejahteraan umat.
2. Pengumpulan Al-Qur’an
Dalam melakukan penumpasan pemberontakan,banyak para penghafal Al-Qur’an yang terbunuh, karenal hal tersebut Umar memberikan usulan kepada Abu Bakar agar mengumpulkan Al-Qur’an, awalnya beliau menolak usulan Umar. Sebab Rasulullah tidak pernah memerintahkan untuk dikumpulkannya Al-Qur’an. Tetapi setelah berpikir panjang akhirnya Abu Bakar pun menyetujuinya.
Kemudian mengambil langkah untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut. Catatan-catataan itu berada di tangan sekretaris nabi yaitu Zaid bin Tsabit. Catatan itu berada di kulit-kulit binatang, pelepah-pelepah kurma, dan lain sebagainya dan masih tersimpan di rumah Zaid. Dalam setahun catatan-catatan itu berhasil dikumpulkan dan dijadikan satu mushaf, sebelum dijadikan mushaf catatan-catatan itu di cocokan terlebih dahulu, berkat kerjasama seluruh sahabat, akhirnya Al-Qur’an dapat dijadikan satu mushaf. Mushaf yang disusun pada masa Abu Bakar adalah mushaf pertama Al-Qur’an. Kemudian mushaf itu diserahkan kepada umar ketika Abu Bakar wafat.
3. Perluasan Islam
Perluasan yang dilakukan yaitu meneruskan perjuangan Usmah bin Zaid, untuk menaklukan romawi. Abu Bakar mengirim kembali pasukan Islam ke Mut’at dan Balqa’ Romawi. Akhirnya setelah bertarung selama 40 hari pasukan Islam mendapat kemenangan. Kaemudian melakukan perluasan kle Iraq. Pasukan yang dikirim dipimpim oleh Khalid bin Walid, dalam waktu yang cepat mereka dapat menguasai Iraq dan memporak porandakan tentara Persia dan berhasil menguasi Kota Hirah dan Anbar. Lalu melakukan perluasan lagi ke Syiria. Perluasan ini dibagi menjadi empat kelompok. Jumlah seluruh tentara ialah 36.000 pasukan. Perang itu berpusat di yarmuk yang mana pasukan lawan berjumlah 80.000 orang, namun Khalid bin Walid tidak gentar dengan hal tersebut, dengan ditunjuknya ia sebagai panglima oleh Abu Bakar, ia pun langsung membuat strategi yang membagi pasukan menjadi empat pasukan. Strategi itu pun berhasil, akhirnya mereka pun menang, ditengah peperangan itu mereka mendapat kabar bahwasannya Abu Bakar telah meninggal dunia.
4. Pendidikan
pendidikan Islam pada masa Abu Bakar ialah:
a) Memantapkan ajaran Islam pada masyarakat Arab terutama meraka yang murtad dan tidak mau membayar zakat
b) Memberikan pendidikan Islam pada mereka yang baru masuk Islam
c) Memebrikan pengajaran Al-Qur’an
d) Memberikan pendidikkan moral, akidah dan akhlak kepada yang sudah lama memeluk Islam atau pun yang baru saja.
e) Menyebarkan pendidikan Islam kepelosok-pelosok desa.
C. Wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq
Abu Bakar pada saat itu sudah mengalami sakit-sakitan, semakin hari semakin parah. Tatkala beliau merasa sudah dekat dengan kematiannya, ia pun ingin memeberikan kekhalifahannya kepada seseorang, agar nantinya ketika ia meninggal tidak terjadi konflik, ia pun memilih Umar bin Khattab, meminta pertimbangan kepada sahabat-sahabatnya, mereka pun menyetujuinya, kemudian memanggil Utsman untuk menuliskan wasiatnya menunjuk Umar sebagai Khalifah yang menggantikannya. Kemudian langsung dibai’at lah Umar. Abu Bakar meninggal pada hari senin 23 agustus 624 M/ 13 H. Usia beliau tepat pada 63 tahun. Sholat jenazah diimamin oleh Umar.
D. Khalifah Umar bin Khattab
Umar bin Khattab memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nufail bin Abd Uzza bin Ribaah bin Abdillah bin Qart bin Razail bin ‘adi bin Ka’ab bin Lu’ay. Beliau adalah Khalifah kedua menggantikan Khalifah Abu Bakar. Beliau sosok yang besar sepanjang sejarah, kebesarannya terletak pada keberhasilannya baik sebagai kepala Negara maupun sebagai Mujtahid, yang ahli dalam membangun Negara yang besar berdasarkan prinsip-prinsip keadilan, persamaan, dan persaudaraan yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Peranan yang paling menonjol ialah perluasan kekuasaan Islam. .
Pada masa kepemimpinannya perluasaan kekeuasaan pertama yaitu di ibu kota Syiria, Dmaskus yang jatuh pada tahun 635 M, dan setahun kemudian mampu menguasai seluruh daerah syiria. Karena perluasaan daerah yang begitu cepat, Umar pun segera mengatur administrasi Negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang di Persia. Kemudian administrasi diatur menjadi delapan wilayah yaitu Mekkah, Madinah, Syiria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir.
Pusat perkembangan Islam di Madinah berkembang dengan pesat. Bersamaan dengan keberhasilan di atas Khalifah Umar telah berhasil membuat dasar-dasar pemerintahan yang handal untuk melayani tuntutan masyarakat baru yang terus berkembang. Beliau mendidrikan beberapa lembaga membangun baitul mal, mencetak mata uang, membentuk kesatuan tentara. Kemudian beliau juga meletakkan prinsip-prinsip demokrasi dalam pemerintahannya dengan membangun jaringan pemerintahan sipil yang sempurna. Beliau pun tidak hanya dikenal pandai menciptakan peraturan-peraturan baru, dia juga suka mengevaluasi kepemimpinannya untuk mencapai kemashlahatan umat Islam.
Umar memerintah selama sepuluh tahun. Kepemimpinannya berakhir dengan kematian. Beliau dibunuh oleh seorang budak dari Persia yang bernama Abu Lu’luah. Di dalam sebuah buku menceritakan bahwa Khalifah Umar mati syahid akibat dari sebuah konspirasi yang dilakukan oleh musuh-musuhnya yaitu dari kalangan Yahudi dan Persia. Beliau meninggal akibat tusukan pedang pada saat sedang sholat yang dilakukan oleh Abu Lu’luah al-Majusi, seorang mantan budak Persia. Pedang yang digunakan untuk menusuk Umar sudah diberi racun. Sebelum beliau wafat ia memberikan wasiat dan memilih enam sahabat Rasul ytaitu Utsma bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin ‘Auf dan Sa’ad bin Abi Waqqash, Umar berwasiat agar mereka memilih salah seorang diantara mereka untuk menjadi Khalifah. Beliau wafat akibat tusukan pedang yang dilakukan oleh Abu Lu’luah, beliau pun meninggaln pada usia 63 tahun pada bulan Dzulhijjah 23 H/ 643 M.
E. Peradaban Pada Masa Khalifah Umar bin Khattab
Peradaban pada masa Khalifah Umar Sebagai berikut:
1. Perluasan wilayah kekuasaan Islam
Perluasan kekuasaan Islam yang dilakukan pada masa Umar diantyaranya ialah sebagai berikut:
a) Perluasan ke Syiria dan Palestina
Pada awalnya kedua kota ini berada di bawah kekuasaan Romawi. Rakyat disana sanagt tertindas dengan perlakuan dari Romawi. Karena mereka melakukan penarikan pajak dalam segala aspek. Hal ini menjadi sebuah peluang bagi tentara Islam. Dengan semangat dan kekuatan, akhirnya mereka pun mendapat kemenangan, denagan kemenangan tersebut kedua kota tersebut berhasil dikuasai oleh Islam, dan rakyat tersebut hidup aman, damai dan sejahtera di bawah nauangan kekuasaan Islam.
b) Perluasan ke Irak dan Persia
Sebenarnya pada masa Abu Bakar Irak sudah dikuasai oleh Islam, pada saat itu di bawah komando Khalid bin Walid berhasil menaklukannya dari tangan Persia. Namun tiba-tiba pasukan Persia melakukan perlawanan mendadak di bawah pimpinan panglima Rustum, dan berhasil mengusai Irak. Hal itu membuat Umar harus melakukan tindakan lagi, di bawah pimpinan panglima Sa’ad bin Abi Waqqash pasukkan tentara Islam dikirim untuk menaklukan kembali wilayah Persia dan Irak, akhirnya dengan pertarungan yang cukup melelahkan, kedua kota itu berhasil ditaklukan kembali. Perang ini dinamakan perang Nahawand.
c) Perluasan ke Mesir
Sama halnya dengan Palestina dan Syiria, mereka merasakan ketertekanan karena ulang bangsa Romawi yang melakukan pungutan pajak. Kondisimereka sanagat mempriharinkan. Dengan kondisi tersebut, memberikan peluang kepada tentara Islam. Dipimpin oleh Amr bin Ash, tentara islam dapat mengusur bangsa Romawi dan berhasil menguasai seluruh daerah di Mesir.
Itulah penaklukan-penaklukan yang dilakukan oleh Khalifah Umar, yang dengan kecerdasannya dalam politik dan peperangan, beliau mampu menguasai Negara-negara besar yang pada saat itu dikuasi oleh bangsa Romawi dan Persia.
2. Pembentukan pemerintahan
Dalam hal ini ada beberapa yang dibentuk oleh Umar, diantaranya yaitu melakukan pembagian wilayah daerah kekuasaan Islam. Pada saat itu Umar membagi atas beberapa provinsi seperti, Mekkah, Madinah, Syiria, Basrah, Kuffah, Palestina dan Mesir. Setiap provinsi tersebut Umar menunjuk gubernurnya masing-masing.
Kemudian membentuk lembaga dan dapertemen. Yang pertama kali dibentuk ialah lembaga keuangan ( Baitul Mal ). Lembaga tersebut dibuat untuk mengatur keuangan Negara sehingga dapat mengontrol uang yang masuk dan keluar, juga berfungsi untuk membayar gaji, sedekah, infak dan zakat. Lalu dapertemen yang dibentuk adalah keamanan dan pertahan ini bertugas mengatur pasukan pertahan dan menjaga keamana serta stabilitas Negara. Selanjtnya membangun dan merenopasi masjid-masjid serta menetapkan tahun Hijrah sebagai tahun umat Islam .
F. Khalifah Utsman bin Affan
Utsman bin Affan memiliki nama lengkap Utsman bin Affan bin Abi al-Ash bin Umayyah bin Abd al-Manaf dari suku Quraisy. Utsman masuk islam pada usia 30 tahun atas ajakan Abu Bakar. Pemerintahan beliau berlangsung selama 12 tahun,lebih lama dari Umar. Saat dipilih dan diputuskan menjadi Khalifah Utsman berusia 70 tahun.
Awal pemerintah Utsman menoreh prestasi, tetapi setelah itu timbul rasa ketidakpuasan dan kecewa dikalangan umat Islam terhadapnya. Pemerintahan beliau sangat berbeda dengan pemerintahan Umar ini mungkin dikarenakan beliau sudah lanjut usia dan terkenal dengan kelemah lembutan, sehingga banyak yang kecewa. Salah satu faktornya yaitu Ustman banyak mengangkat keluarganya dalam menduduki kedudukan di pusat. Utsman tidak dapat berbuat banyak dan tidak tegas terhadap keluarganya dan bawahannya. Sehingga harta kekayaan Negara habis dibagi-bagikan oleh keluarganya tanpa ada pengontrolan.
Dalam buku lain dijelaskan bahwa kelemahan dan nepotisme telah membawa Khalifah ke puncak kebencian rakyat, yang kemudian menjadi konflik yang mengerihkan pada kalangan umat Islam. Hal tersebut terjadi karena berkobarnya fitnah yang besar dikaum muslimin. Yang dilakukan oleh Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam. Dia mengajak orang-orang untuk menurunkan Utsman dan menggantikannya dengan Ali, sebagai usaha menaburkan benih fitnah dan perpecahan. Setelah itu ada sejumlah manusia yang datang ingin mendebat Khalifah, mereka datang dari Kuffah, Bashrah dan Mesir. Ali pun mencegah mereka dan menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah kesalahan besar. Apalagi pada saat itu khalifah Utsman telah melakukan pembelaan diri yang masuk akal. Maka pulanglah mereka dengan tangan hampa. Abdullah bin Saba’ melakukan siasat kecil, karena dia takut usaha yang dilakukannya bertahun-tahun musnah begitu saja. Dia pun membuat sebuah surat palsu atas nama Khalifah, Ali dan Aisyah yang berisi bahwa Khalifah akan mengundurkan diri dan Ali akan naik menggantikannya, bila yang tidak setuju akan dibunuh. Itulah yang terjadi sebenarnya sehingga hal tersebut pun menjdi masalah yang mengakibatkan Utsman wafat.
G. Peradaban Pada Masa Khalifah Utsman bin Affan
Karya terbesarnya ialah membukukan Al-Qur’an. Pembukuan ini dilakukan atas dasar pertimbangan untuk mengakhiri perbedaan bacaan di kalangan umat Islam. Kemudian melakukan pembangunan-pembangunan seperti pemukiman, jembatan, jalan, masjid, wisma tamu, dan juga pembangunan kota-kota. Menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti persedian air di daerah padang pasir, di lading-ladang dan lain sebagainya. Pada saat itu beliau juga membentuk armada laut, melakukan perluasa ke Khurasan, Armenia, Tunisia, Azairbaijan dan Rai serta ke Cyprus dan Amurah.
H. Khalifah Ali bin Abi Tholib
Ali bin Abi Tholib adalah Khalifah keempat. Beliau adalah sepupu dan sekaligus menantu Rasulullah. Beliau adalah putra dari Abi Tholib bin Abdul Mutholib. Ali adalah seseorang yang memilikibanyak kelebihan, selain itu ia adalah pemegang kekuasaan. Beliau seorang sahabat sejati, dan seorang lawan yang dermawan. Dia selalu bekerja keras sampai akhir hidupnya dan merupakan orang kedua yang berpengaruh setelah Rasulullah.
Setelah tebunuhnya Utsman, kaum muslimin merasa bingung dan terjadi kekacauan selama lima hari. Pada saat itu gubernur Mesir mengusulkan Ali sebagi penggantinya. Usulan itupun disetujui umat Islam. Namun ada juga yang tidak menyetujuinya seperti kalangan Umayyah. Semula Ali menolaknya, namun karena kepentingan Islam, akhirnya ia menerinya dan menyetujui itu, untuk menggantikan Utsman dan menjadi Khalifah.
Tugas pertama yang dilakukan Ali adalah menghidupkan kembali cita-cita Abu Bakar dan Umar, yaitu menarik kembali semua tanah dan hibah yang telah dibagikan oleh Utsman kepada kaum kerabatnya untuk dikembalikan kepada Negara. Kemudian Ali mengganti semua gubernur yang tidak disenangi rakyat.
Pada saat kepemimpinan Ali kondisi umat Islam sangat tidak stabil, sebab masih banyak permasalahan yang terjadi. Apalagi permasalah terhadap Muawiyah yang mengaggap bahwa Ali bukan Khalifah, kemudian hal ini pun menimbulkan beberapa pemberontak yang yang tidak setuju dengan kekhalifahan beliau. Pemberontakan ini dilakukan oleh Thalhah dan Zubair serta Aisyah isri Rasul. Mereka melakukan ini karena Ali tidak mau menyetujui tuntutan mereka yaitu menghukum pembunuh Utsman. Sebenarnya Ali melakukan itu karena ada sebab, yaitu pembunuh Utsman bukan satu orang saja tetapi banyak, untuk itu ali tidak melakukan eksekusinya agar mendapat berita dimana yang lainya. Ali sangat menghindari perang agar tidak terjadi pertumpahan darah, akhirnya Ali mengirimkan surat untuk berunding namun, surat itu ditolak akhirnya terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat. Perang ini dikenal dengan perang Jamal, karena pada pertempuran itu Aisyah bertempur dengan menggunakan unta. Thalhah dan Zubair terbunuh pada perang ini sedangkan Aisyah ditangkap kemudian dikirim kembali ke madinah.
Kemudian setelah ini banyak terjadi peperangan, seperti peperangan shiffin yaitu perang antara Ali dan Muawiyah. Perang ini memakan banyak korban, perang ini hampir dimenangkan oleh pasukan Ali, namun tiba-tiba para tentara Muawiyah yang dipimpin oleh Amr bin ‘Ash, mengangkat mushaf-mushaf, sebagai tanda untuk berdamai, namun ini semua hanya siasat saja. Kemudian terjadi perang antara Khawarij dan Nahrawand. Khawarij ialah kelompok yang berpihak kepada Ali. Kelompok ini semakinlama semakin banyak di Nahrawan. Akhirnya perang pun terjadi dan Ali berhasil menghancurkan mereka. Kemudian tak lama itu, Ali pun terbunuh. Yang membunuh Ali adalah golongan Khawarij yaitu Abdurrahman bin Muljam pada saat akan melaksanakan sholat subuh. Dia menjabat selama 4 tahun 9 bulan ada yang mengatakan 5 tahun. Pada usia 63 tahun.
I. Peradaban Pada Masa Khalifah Ali bin Abi Tholib
Peradaban-peradaban pada masa Ali yang pernah dilakukannya untuk islam, diantaranya:
1. Menarik kembali kekayaan Negara yang telah diselewengkan oleh keluarga Bani Umayyah
Pada masa Utsman lah hal ini terjadi, karena pada saat itu banyak keluarganya yang menjabat sebagai petinggi Negara. Akibatnya banyak diantara mereka yang menyelewengkan kekuasaan mereka. Pada masa Ali semua kekayaan itu diambil kembali dan dikembalikan kepada Negara.
2. Menggati seluruh gubernur pada masa Utsman dengan gubernur yang baru
Para gubernur yang tidak layak pada masa itu digantikan oleh Ali dengan para pemimpin yang benar-benar layak. Dengan itu Ali meminta mereka dengan hormat untuk turun dari jabatannya.
Pejabat-pejabat yang diangkat Ali ialah sebagai berikut:
• Sahl bin Hanif sebagai gubernur Syiria menggantikan Muawiyah, namun gagal.
• Utsman bin Hanif sebagai gubernur Bashrah
• Qais bin Sa’ad sebagai gubernur Mesir
• Umrah bin Syihab sebagai gubernur Kuffah
• Ubaidah bin Abbas sebegai gubernur Yaman
3. Bidang ilmu bahasa
Karena kekuasaan Islam sudah sangat luas. Akibatnya, banyak umat Islam yang masih tidak tahu mebaca dan menulis Al-Qur’an dan Hadist. Hal ini terjadi karena banyak umat Islam yang berasal bukan dari bangsa Arab. Maka dari itu Khalifah Ali menganggap bahwa bila dibiarkan akan mengakibatkan hal yang fatal, kemudian Ali pun mempelelajari Abul Aswad Ad-du’aly menyusun tata bahasa Arab ( ilmu nahu ). Pada saat Ali lah pertama kali diciptakannya Ilmu Nahu. Dengan adanya ilmu ini dapat memudahkan orang-orang yang bukan dari bangsa Arab untuk membaca dan memahami Al-Qur’an dan Hadist.
Itulah peradaban pada masa Ali bin Abi Tholib. Meskipun tampak kelihatan dari masa beliau hanya konflik yang tak kunjung selesai namun, dibalik itu semua terdapat hal-hal yang pengting yang pernah dilakukannya dalam islam. Tujuan beliau ialah hanya ingin mengembalikan eksistensi Islam ke semula.
Kemudian kedudukan Ali digantikan oleh anaknya Hasan bin Ali bin Abi Tholib. Namun, karena hasan terlalu lemah, dan Muawiyah semakin kuat. Maka Hasan pun membuat perjanjian damai dengan Muawiyah. Dengan perjanjian itu umat Islam dapat dipersatukan kembali dalam satu kepemimpinan di bawah pimpinan Muawiyah bin Abi Sofyan. Dengan perjanjian itu maka jadilah Muawiyah sebagai pemimpim absolute dalam Islam, perjanjian ini disebut dengan tahun Jama’ah. Maka dari itu, selesailah pemerintahan yang disebut dengan Khulafaur Rasyidin dan mulailah kekuasaan Bani Umayyah.
Inilah peradaban pada masa Khulafaur Rasyidin, yang memiliki sejarah yang sangat luar biasa. Sejarah telah mencatat bahwa kemajuan Islam terjadi dengan pesat pada masa ini. Yang awalnya hanya memerintah dan memiliki kekuasaan yang kecil, mampu menaklukan khusus pada Jazirah Arab dan mampu meluaskannya ke berbagai belahan dunia. Meskipun tidak dipungkiri bahwa pada masa ini Islam mengalami kemunduran dan perpecahan dikarenakan fitnah yang dilakukan oleh kaum Yahudi yang tidak suka dengan kemajuan Islam.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan ini penulis menyimpulkan peradaban Islam pada masa Khulafaur Rasyidin. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa dalam perkembangan peradaban Islam, setiap Khalifah memiliki peradaban yang berbeda-beda. Peradaban tersebut dapat kita jadikan sebagai pelajaran bagi kita agar kita dapat menjadi sosok seorang pemimpin yang memiliki prinsip untuk kemashlahatan orang banyak. Inilah pemaparan sebagai kesimpulan.
Gambaran Islam pada masa Khulafaur Rasyidin adalah masa awal pertumbuhan Islam. Maksudnya bukan berarti pada masa Rasulullah Islam belum bertumbuh, tetapi pada Masa Khalifah inilah mulainya pertumbuhan Islam, karena pada saat itu Islam hanya dikususkan kepada Jazirah Arab saja dan sebatas Mekkah dan Madinah saja. Pada masa Khulafaur ini lah Islam mulai disebarkan kebelahan dunia. Namun, perlu kita ketahui pertumbuhan Islam tersebut tidak lah sama kondisinya pada keempat Khalifah, tetapi memiliki perbedaaan, sebab setiap Khalifah memiliki masalah yang berbeda-beda.
Pada masa Abu Bakar perkembangan mengalami kemajuan yang signifikan. Selama masa itu dia habiskan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul ketika Rasulullah wafat. Sebab banyak ketika Rasul wafat, para pengikut Nabi murtad khususnya penduduk Mekkah, mereka merasa kebingungan karena Rasul sudah wafat, maka Islam pun akan hilang. Beberapa peninggalan dan juga beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Abu Bakar pada saat beliau memimpin diantaranya, dalam bidang pemerintahan, perluasan kekuasaan Islam, pendidikan dan melakukan pengumpulan Al-Qur’an. Peradaban ini terus berkembang dilanjutkan pada masa Umar.
Perkembangan Islam semakin pesat pada saat Umar menjadi Khalifah. Pada pemerintahannya dia mampu menguasai serta memperluas kekuasaan Islam dengan cepat. Keberhasilannya ini menunjukkan eksistensi umat Islam yang begitu luar biasa. Dia memiliki sistem politik yang baik dan mampu membuat negara menjadi besar, menaklukan Negara-negara besar dengan prinsip-prinsip yang telah diajarkan olah Rasul. Peradaban pada masa Umar tidak jauh berbeda dengan Abu Bakar, namun beliau lebih menegmbangkannya. Peradaban pada masa Khalifah Umar yang sanagt terlihat dianataranya adalah perluasan wilayah kekuasaan Islam, pembentukan lembaga-lembaga pemerintahan, bidang pendidikan, pedoman peradilan.
Kemudian kekhhalifahan dilanjutkan oleh Utsman. Awal pemerintah Utsman menoreh prestasi, tetapi setelah itu timbul rasa ketidakpuasan dan kecewa dikalangan umat Islam terhadapnya. Pemerintahan beliau sangat berbeda dengan pemerintahan Umar ini mungkin dikarenakan beliau sudah lanjut usia dan terkenal dengan kelemah lembutan, sehingga banyak yang kecewa. Salah satu faktornya yaitu Ustman banyak mengangkat keluarganya dalam menduduki kedudukan di pusat. Utsman tidak dapat berbuat banyak dan tidak tegas terhadap keluarganya dan bawahannya. Sehingga harta kekayaan Negara habis dibagi-bagikan oleh keluarganya tanpa ada pengontrolan.Karya terbesarnya ialah membukukan Al-Qur’an. Pembukuan ini dilakukan atas dasar pertimbangan untuk mengakhiri perbedaan bacaan di kalangan umat Islam. Kemudian melakukan pembangunan-pembangunan seperti pemukiman, jembatan, jalan, masjid, wisma tamu, dan juga pembangunan kota-kota. Menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti persedian air di daerah padang pasir, di lading-ladang dan lain sebagainya.
Dan kepemerintahan terakhir berada di tangan Ali bin Abi Tholib. Pada saat kepemimpinan Ali, kondisi umat Islam sangat tidak stabil, sebab masih banyak permasalahan yang terjadi. Apalagi permasalah terhadap Muawiyah yang mengaggap bahwa Ali bukan Khalifah, kemudian hal ini pun menimbulkan beberapa pemberontak yang tidak setuju dengan kekhalifahan beliau. Pemberontakan ini dimaksudkan karena Ali tidak mau menghukum pembunuh Utsman. Bahkan samapai ada fitnah bahwa Ali lah dalang dari semua ini. Inilah yang terjadi pada masa Ali, banyak terjadi pemberontakan, bahkan ada yang membuat sebuah kelompok yang mengatas namakan pengikut Ali tetapi mereka malah membuat masalah. Hal inilah yang akhirnya membuat Ali terbunuh. Namun, meskipun begitu Ali juga memberikan peradaban pada masanya. Tujuan beliau ialah hanya ingin mengembalikan eksistensi Islam ke semula. Mengembalikan Islam pada ketentuan-ketentuan yang telah diajarkan Rasul dan juga kepada prinsip-prinsip yang telah dijalankan pada masa Abu Bakar dan Umar melakukan pengembalian harta kekayaan yang dimiliki Negara, mengganti pejabat-pejabat yang layak, meskipun pada saat itu muawiyah tidak mau mengundurkan diri dan memberikan pengajaran tentang ilmu yang dapat memudahkan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an dan Hadist.
DAFTAR PUSTAKA
K. Hitti, Philip. 2002. History Of The Arabs. New York: Palgrave Macmillan.
Mahrus dan A. Wahid. 1997. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Armico.
Yatim, Badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.
Amin, Samsul Munir. 2009. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amzah.
Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Haidar Putra Daulai dan Nurgaya Pasa. 2003. Pendidikan Islam Dalam Lintas Sejarah. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Al- Usairy, Ahmad. 2003. Sejarah Islam. Jakarta: Akbar Media Eka Sarana.
Pertanyan-pertanyaan:
1. Yahya Mahdi OK
Bagaimana pengangkatan kholifah Abu Bakar? Apakah ada yang tidak suka dengan pengangkatan Abu Bakar sebagai Kholifah?
2. Reka Wulandari
Bagaimana peradaban yang dibangun kholifah Usman di bidang pendidikan sosial budaya?
3. Tri Widya
Apa yang menyebabkan Hasan lemah dan Mu’awiyah kuat?
Jawaban:
1. Rizki Fikriansyah
Dalam pengangkatan Abu Bakar sebagai Kholifah yaitu dengan cara bermusyawarah, tanpa adanya tim formatur.
Dalam hal ini, ada beberapa pihak yang tidak suka atau tidak setuju dengan pengangkatan Abu Bakar salah satunya adalah golongan yang menganggap bahwa yang berhak menjadi pengganti Rasulullah adalah Ali Bin Abi Tholib, karena dia adalah sepupu sekaligus menantu Rasulullah.
2. Sri Wulandari
Dalam sejarah pemerintahan Usman di katakana dalam sebuah buku bahwasannya peradaban Islam pada masa Usman sama seperti atau mengikuti pemerintahan sebelumnya, namun pada akhir-akhir pemerintahannya terjadi konflik dan fitnah yang menyebabkan terbunuhnya Usman.
Milda Yanti
Peradaban pada bidang pendidikan seperti membangun gedung serta fasilitas-fasilitasnya. Dalam bidang sosial budaya seperti pembangunan pemukiman, jembatan, jalan, masjid, wisma tamu, dan juga pembangunan kota-kota. Menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti persedian air di daerah padang pasir, di lading-ladang dan lain sebagainya.
3. Nurul Pratiwi
Maksudnya dari Hasan itu lemah ialah sebenarnya beliau tidak cocok menjadi seorang pemimpin, kemudian beliau juga mengalah karena tidak mau terjadi perpecahan dikubu kaum muslimin, sehingga yang pada dasarnya Mu’awiyah adalah seorang panglima berhasil merebut jabatan dari Hasan.
OLEH: KELOMPOK 3
MILDA YANTI
NOVITA SARI
NURUL PRATIWI
RIZKI FIKRIANSYAH
SRI WULANDARI
PRODI: PAI-III B REGULER PAGI
Diajukan Memenuhi Tugas Berstruktur Pada Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam
DOSEN PENGAMPU: SITI KHADIJAH, M. PDI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYEKH. H. ABDUL HALIM HASAN AL-ISLAHIYAH BINJAI
2018
PENDAHULUAN
Dalam sebuah buku dijelaskan bahwa pada masa Khulafaur Rasyidin ini hanya berlangsung tidak lebih dari tiga puluh tahun. Masa mereka menjadi sangat istimewa karena mengikuti manhaj Rasulullah secara sempurna sesuai dengan jalan yang lurus yang diridhoi Allah Swt. Dengan ini, pada masa mereka menjadi gambaran palik tepat bagi pelaksanaan hukum dan pemerintahan Islam. Dari gambaran ini dapat kita jadikan tauladan bagi para penguasa yang mengiginkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pada masa ini peradaban Islam mencapai puncak yang sebenarnya. Karena pada masa ini mereka berusaha untuk melahirkan manusia-manusia yang bahagia. Pada masa itu mereka memperolah kebahagian yang sempurna, karena mendapatkan keadilan, persamaan, keamanan, rasa tentram, dan memproleh segala kebutuhan hak asasi. Namun pada akhir masa pemerintahan mereka, terjadi fitnah yang menimpa kaum muslimin. Fitnah inimengakibatkan perpecahan dalam beberapa kelompok dan menimbulkan faham-faham yang hingga sekarang ini masih berlangsung.
Dalam buku lain dijelaskan bahwa ketika Rasulullah Wafat timbul pergolakan dikubu dua golangan yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Ketika itu Rasul tidak meninggalkan wasiat apapun untuk meneruskan kepemimpinannya. Sekolompok orang berpendapat bahwa Abu bakarlah yang pantas menggantikan Rasul, kemudian sekelompok orang berpendapat bahwa Ali bin Abi Tholib lah yang layak, lalu ada yang berpendapat yang menggantikan Rasul ialah berasal dari kaum Quraisya yaitu dalam golongan Muhajirin, dan sekelompok lagi berpendapat yang berhak ialah dari golongan Anshar. Masing-masing kelompok merasa berhak menggantikan Rasul. Namun dengan kebijaksanaan akhirnya mereka menunjuk Abu Bkar sebagai Khalifah menggantikan Rasul, sebab beliaulah yang pertama kali menemani Rasul, dan lebih mengetahui risalah Rasul, kemudian dia pun termasuk as-sabiqunal al-awwalun dan mendapatkan gelar Ash-shiddiq. Akhirnya terpilihlah Abu Bakar sebagai Khalifah.
Meskipun begitu perlu kita ketahui bahwa Rasulullah tidak dapat digantikan oleh siapapun. Sebab setelah Rasul wafat tidak ada lagi yang mendapat wahyu dan menjadi Nabi. Dalam hal ini yang digantikan adalah seorang pemimpin dari umat Islam agar tidak terjadinya penyimpanga. Kekhalifan tersebut diteruskan oleh empat orang yang adil dan benar. Karena mereka berempat adalah sahabat Rasul yang benar-benar mendapat pengajaran yang lurus langsung dari Rasul, sehingga kepemimpinan mereka adalah kepemimpinan yang benar. Mereka mendapat gelar sebagai Khulafaur Rasyidin. Untuk itu kita akan membahas peradaban Islam pada masa Khulafaur Rasyidin.
PEMBAHASAN
Bagan kekhalifahan Islam
A. Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Dijelaskan dalam sebuah buku, Abu Bakar banyak menyelesaikan maslah Internal, menghadapi orang-orang muratd, orang yang tak mau membayar zakat dan juga melakukan pengumpulan Al-Qur’an. Inilah masalah yang timbul ketika Abu Bakar menjabat sebagai Khalifah. Lantas dengan itu, pertumbuhan dan peradaban islam pada masa Abu Bakar hanya meliputi hal yang demikian. Untuk itu akan kita bahas dalam risalah Abu Bakar.
Abu Bakar memiliki nama lengkap Abu Bakar Abdullah bin Abi Quhafah bin Utsman bin Amr bin Masud bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr At-Taimi Al-Quraisyi. Lahir pada 573 M. Dilingkungan yang sangat berpengaruh dan banyak melahirkan tokoh-tokoh besar. Ayahnya bernama Abu Kuhafah bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Mun’ah bin Ka’ab bin Lu’ay, berasal dari suku Quraisy. Ibunya bernama Ummu Al-Khair Salmah binti Sahr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taym bin Murrah. Abu Bakar merupakan keturan dari golongan Quraisy, keluarganya adalah orang yang terpandang. Bukan hanya itu golongan mereka pun adalah golongan yang terbanyak dan terbesar di Mekkah. Maka dari itu mereka sangat berpengaruh di Makkah, kemudian mereka banyak melahirkan tokoh-tokoh besar yang mempengaruhi perkembangan di Mekkah. Abu Bakar adalah sahabat dari Rasul. Mereka sudah berteman sejak kecil.
Abu Bakar adalah orang yang pertamakali beriman dan ia mendapat gelar as-sabiqunal awwalun, Abu Bakar diangkat menjadi Khalifah berdasarkan hasil musyawarah dari para sahabat. Beliau menjabat hanya dua tahun lebih. Selama masa itu dia habiskan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul ketika Rasulullah wafat. Sebab, banyak para pengikut Nabi murtad khususnya penduduk Mekkah, mereka merasa kebingungan karena Rasul sudah wafat, maka islam pun akan hilang. Untuk mengatasi itu beliau pun mencoba mengembalikan semangat dan memperkuat keimanan mereka dengan memberikan dorongan-dorongan kepada mereka. Tetapi hal tersebut malah menjadi peperangan yang membuat Abu Bakar mau tak mau harus melawannya. Peperangan ini disebut dengan perang Riddah yaitu perang melawan orang-orang yang murtad. Di dalam buku lain dijelaskan bahwa Abu Bakar hanya memimpin selama dua tahun. Waktu yang singkat itu hanya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di dalam negri, karena mereka sangat keras kepala dan tetap menentang, dan dikhawatirkan akan membahayakan agama dan pemerintahan, maka Abu Bakar mengambil keputusan dengan melakukan perang yang dinamakan perang riddah. Sebagai jendralnya yaitu Khalid bin Walid.
Di dalam buku lain juga dibahas bahwa masa itu adalah masa yang paling sulit bagi kelancaran dakwah Islam dikemudian hari. Gangguan dan rintangan itu muncul dari berbagai kelompok yang mengaku dirinya sebagai Nabi palsu, kemudian orang-orang yang murtad dan kelompok yang tidak mau membayar zakat.
Nama-nama Nabi palsu itu adalah sebgai berikut:
1. Musailamah Al-Kadzab dari Bani Hnifah
2. Thulaihah bin Khuwailid dari Bani As’ad
3. Saj’ah Tamimiyah dari Bani Tamim ( istri dari Musailamah Al-Kadzab )
4. Aswad Al-Ansi dari Yaman
Setelah maslah-masalah itu dapat ditumpas, Abu Bakar pun membentuk sistem pemerintahan. Pada masa ini simtem pemerintahan yang dibentuk adalah seperti, eksekutif, pertahandan keamanan, yudikatif serta sosial ekonomi. Kekuasaan pada saat itu mutlak berada di tangan Abu Bakar. Meskipun begitu dalam menyelesaikan maslah Abu Bakar tidak mengambil keputusan sendiri, ia selalu bermusyawarah dulu dengan sahabat-sahabatnya. Sehingga Abu Bakar sukses dalam kepemerintahannya yang meskipun hanya berlangsung selama dua tahun.
B. Peradaban Pada Masa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Ada beberapa peninggalan dan juga beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Abu Bakar pada saat beliau memimpin diantaranya adalah:
1. Kebijakan-kebijakan pada masa Abu Bakar
a) Kebijakan terhadap agama
Kebijakan yang diambil oleh Abu Bakar ialah melakukan penumpasan terhadap mereka yang telah melecehkan agama.
b) Kebijakan kenegaraan
Diantaranya adalah: dibidang eksekutif, membentuk dewan delegasi-delegasi yang bertugas di pusat, beliau menunjuk Ali bin Abi Tholib, Utsman bin Affan, dan Zaid bin Tsabit sebagai sekretaris dan Abu Ubaidah sebagai bendahara. Kemudian membentuk provinsi-provinsi dan setiap provinsi memiliki seorang pemimpin. Dibidang pertahan dan keamanan, membetuk pasukan-pasukan pertahanan untuk mempertahankan eksistensi keagamaan dan pemerintahan. Pasukan itu disebarkan di dalam maupun di luar negeri, sebagai panglima ialah Khalid bin Walid, Musanna bin Harisah, Amr bin ‘Ash, Zaid bin Sofiyan dan lain-lain. Pada bidang yudikatif, dibentuknya lembaga kehakiman yang bertujuan dan berfungsi untuk memutuskan hukuman atau pun memecahkan suatu maslah. Yang menjadi hakimnya adalah Umar bin Khattab. Dan terakhir ialah bidang sosial ekonomi, pada bidang ini dibuatlah Baitul Mal, yang mengelola infak, sedekah, zakat dan harta rampasan yang digunakan sebagai gaji pegawai dan untuk kesejahteraan umat.
2. Pengumpulan Al-Qur’an
Dalam melakukan penumpasan pemberontakan,banyak para penghafal Al-Qur’an yang terbunuh, karenal hal tersebut Umar memberikan usulan kepada Abu Bakar agar mengumpulkan Al-Qur’an, awalnya beliau menolak usulan Umar. Sebab Rasulullah tidak pernah memerintahkan untuk dikumpulkannya Al-Qur’an. Tetapi setelah berpikir panjang akhirnya Abu Bakar pun menyetujuinya.
Kemudian mengambil langkah untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut. Catatan-catataan itu berada di tangan sekretaris nabi yaitu Zaid bin Tsabit. Catatan itu berada di kulit-kulit binatang, pelepah-pelepah kurma, dan lain sebagainya dan masih tersimpan di rumah Zaid. Dalam setahun catatan-catatan itu berhasil dikumpulkan dan dijadikan satu mushaf, sebelum dijadikan mushaf catatan-catatan itu di cocokan terlebih dahulu, berkat kerjasama seluruh sahabat, akhirnya Al-Qur’an dapat dijadikan satu mushaf. Mushaf yang disusun pada masa Abu Bakar adalah mushaf pertama Al-Qur’an. Kemudian mushaf itu diserahkan kepada umar ketika Abu Bakar wafat.
3. Perluasan Islam
Perluasan yang dilakukan yaitu meneruskan perjuangan Usmah bin Zaid, untuk menaklukan romawi. Abu Bakar mengirim kembali pasukan Islam ke Mut’at dan Balqa’ Romawi. Akhirnya setelah bertarung selama 40 hari pasukan Islam mendapat kemenangan. Kaemudian melakukan perluasan kle Iraq. Pasukan yang dikirim dipimpim oleh Khalid bin Walid, dalam waktu yang cepat mereka dapat menguasai Iraq dan memporak porandakan tentara Persia dan berhasil menguasi Kota Hirah dan Anbar. Lalu melakukan perluasan lagi ke Syiria. Perluasan ini dibagi menjadi empat kelompok. Jumlah seluruh tentara ialah 36.000 pasukan. Perang itu berpusat di yarmuk yang mana pasukan lawan berjumlah 80.000 orang, namun Khalid bin Walid tidak gentar dengan hal tersebut, dengan ditunjuknya ia sebagai panglima oleh Abu Bakar, ia pun langsung membuat strategi yang membagi pasukan menjadi empat pasukan. Strategi itu pun berhasil, akhirnya mereka pun menang, ditengah peperangan itu mereka mendapat kabar bahwasannya Abu Bakar telah meninggal dunia.
4. Pendidikan
pendidikan Islam pada masa Abu Bakar ialah:
a) Memantapkan ajaran Islam pada masyarakat Arab terutama meraka yang murtad dan tidak mau membayar zakat
b) Memberikan pendidikan Islam pada mereka yang baru masuk Islam
c) Memebrikan pengajaran Al-Qur’an
d) Memberikan pendidikkan moral, akidah dan akhlak kepada yang sudah lama memeluk Islam atau pun yang baru saja.
e) Menyebarkan pendidikan Islam kepelosok-pelosok desa.
C. Wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq
Abu Bakar pada saat itu sudah mengalami sakit-sakitan, semakin hari semakin parah. Tatkala beliau merasa sudah dekat dengan kematiannya, ia pun ingin memeberikan kekhalifahannya kepada seseorang, agar nantinya ketika ia meninggal tidak terjadi konflik, ia pun memilih Umar bin Khattab, meminta pertimbangan kepada sahabat-sahabatnya, mereka pun menyetujuinya, kemudian memanggil Utsman untuk menuliskan wasiatnya menunjuk Umar sebagai Khalifah yang menggantikannya. Kemudian langsung dibai’at lah Umar. Abu Bakar meninggal pada hari senin 23 agustus 624 M/ 13 H. Usia beliau tepat pada 63 tahun. Sholat jenazah diimamin oleh Umar.
D. Khalifah Umar bin Khattab
Umar bin Khattab memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nufail bin Abd Uzza bin Ribaah bin Abdillah bin Qart bin Razail bin ‘adi bin Ka’ab bin Lu’ay. Beliau adalah Khalifah kedua menggantikan Khalifah Abu Bakar. Beliau sosok yang besar sepanjang sejarah, kebesarannya terletak pada keberhasilannya baik sebagai kepala Negara maupun sebagai Mujtahid, yang ahli dalam membangun Negara yang besar berdasarkan prinsip-prinsip keadilan, persamaan, dan persaudaraan yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Peranan yang paling menonjol ialah perluasan kekuasaan Islam. .
Pada masa kepemimpinannya perluasaan kekeuasaan pertama yaitu di ibu kota Syiria, Dmaskus yang jatuh pada tahun 635 M, dan setahun kemudian mampu menguasai seluruh daerah syiria. Karena perluasaan daerah yang begitu cepat, Umar pun segera mengatur administrasi Negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang di Persia. Kemudian administrasi diatur menjadi delapan wilayah yaitu Mekkah, Madinah, Syiria, Jazirah, Basrah, Kufah, Palestina, dan Mesir.
Pusat perkembangan Islam di Madinah berkembang dengan pesat. Bersamaan dengan keberhasilan di atas Khalifah Umar telah berhasil membuat dasar-dasar pemerintahan yang handal untuk melayani tuntutan masyarakat baru yang terus berkembang. Beliau mendidrikan beberapa lembaga membangun baitul mal, mencetak mata uang, membentuk kesatuan tentara. Kemudian beliau juga meletakkan prinsip-prinsip demokrasi dalam pemerintahannya dengan membangun jaringan pemerintahan sipil yang sempurna. Beliau pun tidak hanya dikenal pandai menciptakan peraturan-peraturan baru, dia juga suka mengevaluasi kepemimpinannya untuk mencapai kemashlahatan umat Islam.
Umar memerintah selama sepuluh tahun. Kepemimpinannya berakhir dengan kematian. Beliau dibunuh oleh seorang budak dari Persia yang bernama Abu Lu’luah. Di dalam sebuah buku menceritakan bahwa Khalifah Umar mati syahid akibat dari sebuah konspirasi yang dilakukan oleh musuh-musuhnya yaitu dari kalangan Yahudi dan Persia. Beliau meninggal akibat tusukan pedang pada saat sedang sholat yang dilakukan oleh Abu Lu’luah al-Majusi, seorang mantan budak Persia. Pedang yang digunakan untuk menusuk Umar sudah diberi racun. Sebelum beliau wafat ia memberikan wasiat dan memilih enam sahabat Rasul ytaitu Utsma bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin ‘Auf dan Sa’ad bin Abi Waqqash, Umar berwasiat agar mereka memilih salah seorang diantara mereka untuk menjadi Khalifah. Beliau wafat akibat tusukan pedang yang dilakukan oleh Abu Lu’luah, beliau pun meninggaln pada usia 63 tahun pada bulan Dzulhijjah 23 H/ 643 M.
E. Peradaban Pada Masa Khalifah Umar bin Khattab
Peradaban pada masa Khalifah Umar Sebagai berikut:
1. Perluasan wilayah kekuasaan Islam
Perluasan kekuasaan Islam yang dilakukan pada masa Umar diantyaranya ialah sebagai berikut:
a) Perluasan ke Syiria dan Palestina
Pada awalnya kedua kota ini berada di bawah kekuasaan Romawi. Rakyat disana sanagt tertindas dengan perlakuan dari Romawi. Karena mereka melakukan penarikan pajak dalam segala aspek. Hal ini menjadi sebuah peluang bagi tentara Islam. Dengan semangat dan kekuatan, akhirnya mereka pun mendapat kemenangan, denagan kemenangan tersebut kedua kota tersebut berhasil dikuasai oleh Islam, dan rakyat tersebut hidup aman, damai dan sejahtera di bawah nauangan kekuasaan Islam.
b) Perluasan ke Irak dan Persia
Sebenarnya pada masa Abu Bakar Irak sudah dikuasai oleh Islam, pada saat itu di bawah komando Khalid bin Walid berhasil menaklukannya dari tangan Persia. Namun tiba-tiba pasukan Persia melakukan perlawanan mendadak di bawah pimpinan panglima Rustum, dan berhasil mengusai Irak. Hal itu membuat Umar harus melakukan tindakan lagi, di bawah pimpinan panglima Sa’ad bin Abi Waqqash pasukkan tentara Islam dikirim untuk menaklukan kembali wilayah Persia dan Irak, akhirnya dengan pertarungan yang cukup melelahkan, kedua kota itu berhasil ditaklukan kembali. Perang ini dinamakan perang Nahawand.
c) Perluasan ke Mesir
Sama halnya dengan Palestina dan Syiria, mereka merasakan ketertekanan karena ulang bangsa Romawi yang melakukan pungutan pajak. Kondisimereka sanagat mempriharinkan. Dengan kondisi tersebut, memberikan peluang kepada tentara Islam. Dipimpin oleh Amr bin Ash, tentara islam dapat mengusur bangsa Romawi dan berhasil menguasai seluruh daerah di Mesir.
Itulah penaklukan-penaklukan yang dilakukan oleh Khalifah Umar, yang dengan kecerdasannya dalam politik dan peperangan, beliau mampu menguasai Negara-negara besar yang pada saat itu dikuasi oleh bangsa Romawi dan Persia.
2. Pembentukan pemerintahan
Dalam hal ini ada beberapa yang dibentuk oleh Umar, diantaranya yaitu melakukan pembagian wilayah daerah kekuasaan Islam. Pada saat itu Umar membagi atas beberapa provinsi seperti, Mekkah, Madinah, Syiria, Basrah, Kuffah, Palestina dan Mesir. Setiap provinsi tersebut Umar menunjuk gubernurnya masing-masing.
Kemudian membentuk lembaga dan dapertemen. Yang pertama kali dibentuk ialah lembaga keuangan ( Baitul Mal ). Lembaga tersebut dibuat untuk mengatur keuangan Negara sehingga dapat mengontrol uang yang masuk dan keluar, juga berfungsi untuk membayar gaji, sedekah, infak dan zakat. Lalu dapertemen yang dibentuk adalah keamanan dan pertahan ini bertugas mengatur pasukan pertahan dan menjaga keamana serta stabilitas Negara. Selanjtnya membangun dan merenopasi masjid-masjid serta menetapkan tahun Hijrah sebagai tahun umat Islam .
F. Khalifah Utsman bin Affan
Utsman bin Affan memiliki nama lengkap Utsman bin Affan bin Abi al-Ash bin Umayyah bin Abd al-Manaf dari suku Quraisy. Utsman masuk islam pada usia 30 tahun atas ajakan Abu Bakar. Pemerintahan beliau berlangsung selama 12 tahun,lebih lama dari Umar. Saat dipilih dan diputuskan menjadi Khalifah Utsman berusia 70 tahun.
Awal pemerintah Utsman menoreh prestasi, tetapi setelah itu timbul rasa ketidakpuasan dan kecewa dikalangan umat Islam terhadapnya. Pemerintahan beliau sangat berbeda dengan pemerintahan Umar ini mungkin dikarenakan beliau sudah lanjut usia dan terkenal dengan kelemah lembutan, sehingga banyak yang kecewa. Salah satu faktornya yaitu Ustman banyak mengangkat keluarganya dalam menduduki kedudukan di pusat. Utsman tidak dapat berbuat banyak dan tidak tegas terhadap keluarganya dan bawahannya. Sehingga harta kekayaan Negara habis dibagi-bagikan oleh keluarganya tanpa ada pengontrolan.
Dalam buku lain dijelaskan bahwa kelemahan dan nepotisme telah membawa Khalifah ke puncak kebencian rakyat, yang kemudian menjadi konflik yang mengerihkan pada kalangan umat Islam. Hal tersebut terjadi karena berkobarnya fitnah yang besar dikaum muslimin. Yang dilakukan oleh Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam. Dia mengajak orang-orang untuk menurunkan Utsman dan menggantikannya dengan Ali, sebagai usaha menaburkan benih fitnah dan perpecahan. Setelah itu ada sejumlah manusia yang datang ingin mendebat Khalifah, mereka datang dari Kuffah, Bashrah dan Mesir. Ali pun mencegah mereka dan menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah kesalahan besar. Apalagi pada saat itu khalifah Utsman telah melakukan pembelaan diri yang masuk akal. Maka pulanglah mereka dengan tangan hampa. Abdullah bin Saba’ melakukan siasat kecil, karena dia takut usaha yang dilakukannya bertahun-tahun musnah begitu saja. Dia pun membuat sebuah surat palsu atas nama Khalifah, Ali dan Aisyah yang berisi bahwa Khalifah akan mengundurkan diri dan Ali akan naik menggantikannya, bila yang tidak setuju akan dibunuh. Itulah yang terjadi sebenarnya sehingga hal tersebut pun menjdi masalah yang mengakibatkan Utsman wafat.
G. Peradaban Pada Masa Khalifah Utsman bin Affan
Karya terbesarnya ialah membukukan Al-Qur’an. Pembukuan ini dilakukan atas dasar pertimbangan untuk mengakhiri perbedaan bacaan di kalangan umat Islam. Kemudian melakukan pembangunan-pembangunan seperti pemukiman, jembatan, jalan, masjid, wisma tamu, dan juga pembangunan kota-kota. Menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti persedian air di daerah padang pasir, di lading-ladang dan lain sebagainya. Pada saat itu beliau juga membentuk armada laut, melakukan perluasa ke Khurasan, Armenia, Tunisia, Azairbaijan dan Rai serta ke Cyprus dan Amurah.
H. Khalifah Ali bin Abi Tholib
Ali bin Abi Tholib adalah Khalifah keempat. Beliau adalah sepupu dan sekaligus menantu Rasulullah. Beliau adalah putra dari Abi Tholib bin Abdul Mutholib. Ali adalah seseorang yang memilikibanyak kelebihan, selain itu ia adalah pemegang kekuasaan. Beliau seorang sahabat sejati, dan seorang lawan yang dermawan. Dia selalu bekerja keras sampai akhir hidupnya dan merupakan orang kedua yang berpengaruh setelah Rasulullah.
Setelah tebunuhnya Utsman, kaum muslimin merasa bingung dan terjadi kekacauan selama lima hari. Pada saat itu gubernur Mesir mengusulkan Ali sebagi penggantinya. Usulan itupun disetujui umat Islam. Namun ada juga yang tidak menyetujuinya seperti kalangan Umayyah. Semula Ali menolaknya, namun karena kepentingan Islam, akhirnya ia menerinya dan menyetujui itu, untuk menggantikan Utsman dan menjadi Khalifah.
Tugas pertama yang dilakukan Ali adalah menghidupkan kembali cita-cita Abu Bakar dan Umar, yaitu menarik kembali semua tanah dan hibah yang telah dibagikan oleh Utsman kepada kaum kerabatnya untuk dikembalikan kepada Negara. Kemudian Ali mengganti semua gubernur yang tidak disenangi rakyat.
Pada saat kepemimpinan Ali kondisi umat Islam sangat tidak stabil, sebab masih banyak permasalahan yang terjadi. Apalagi permasalah terhadap Muawiyah yang mengaggap bahwa Ali bukan Khalifah, kemudian hal ini pun menimbulkan beberapa pemberontak yang yang tidak setuju dengan kekhalifahan beliau. Pemberontakan ini dilakukan oleh Thalhah dan Zubair serta Aisyah isri Rasul. Mereka melakukan ini karena Ali tidak mau menyetujui tuntutan mereka yaitu menghukum pembunuh Utsman. Sebenarnya Ali melakukan itu karena ada sebab, yaitu pembunuh Utsman bukan satu orang saja tetapi banyak, untuk itu ali tidak melakukan eksekusinya agar mendapat berita dimana yang lainya. Ali sangat menghindari perang agar tidak terjadi pertumpahan darah, akhirnya Ali mengirimkan surat untuk berunding namun, surat itu ditolak akhirnya terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat. Perang ini dikenal dengan perang Jamal, karena pada pertempuran itu Aisyah bertempur dengan menggunakan unta. Thalhah dan Zubair terbunuh pada perang ini sedangkan Aisyah ditangkap kemudian dikirim kembali ke madinah.
Kemudian setelah ini banyak terjadi peperangan, seperti peperangan shiffin yaitu perang antara Ali dan Muawiyah. Perang ini memakan banyak korban, perang ini hampir dimenangkan oleh pasukan Ali, namun tiba-tiba para tentara Muawiyah yang dipimpin oleh Amr bin ‘Ash, mengangkat mushaf-mushaf, sebagai tanda untuk berdamai, namun ini semua hanya siasat saja. Kemudian terjadi perang antara Khawarij dan Nahrawand. Khawarij ialah kelompok yang berpihak kepada Ali. Kelompok ini semakinlama semakin banyak di Nahrawan. Akhirnya perang pun terjadi dan Ali berhasil menghancurkan mereka. Kemudian tak lama itu, Ali pun terbunuh. Yang membunuh Ali adalah golongan Khawarij yaitu Abdurrahman bin Muljam pada saat akan melaksanakan sholat subuh. Dia menjabat selama 4 tahun 9 bulan ada yang mengatakan 5 tahun. Pada usia 63 tahun.
I. Peradaban Pada Masa Khalifah Ali bin Abi Tholib
Peradaban-peradaban pada masa Ali yang pernah dilakukannya untuk islam, diantaranya:
1. Menarik kembali kekayaan Negara yang telah diselewengkan oleh keluarga Bani Umayyah
Pada masa Utsman lah hal ini terjadi, karena pada saat itu banyak keluarganya yang menjabat sebagai petinggi Negara. Akibatnya banyak diantara mereka yang menyelewengkan kekuasaan mereka. Pada masa Ali semua kekayaan itu diambil kembali dan dikembalikan kepada Negara.
2. Menggati seluruh gubernur pada masa Utsman dengan gubernur yang baru
Para gubernur yang tidak layak pada masa itu digantikan oleh Ali dengan para pemimpin yang benar-benar layak. Dengan itu Ali meminta mereka dengan hormat untuk turun dari jabatannya.
Pejabat-pejabat yang diangkat Ali ialah sebagai berikut:
• Sahl bin Hanif sebagai gubernur Syiria menggantikan Muawiyah, namun gagal.
• Utsman bin Hanif sebagai gubernur Bashrah
• Qais bin Sa’ad sebagai gubernur Mesir
• Umrah bin Syihab sebagai gubernur Kuffah
• Ubaidah bin Abbas sebegai gubernur Yaman
3. Bidang ilmu bahasa
Karena kekuasaan Islam sudah sangat luas. Akibatnya, banyak umat Islam yang masih tidak tahu mebaca dan menulis Al-Qur’an dan Hadist. Hal ini terjadi karena banyak umat Islam yang berasal bukan dari bangsa Arab. Maka dari itu Khalifah Ali menganggap bahwa bila dibiarkan akan mengakibatkan hal yang fatal, kemudian Ali pun mempelelajari Abul Aswad Ad-du’aly menyusun tata bahasa Arab ( ilmu nahu ). Pada saat Ali lah pertama kali diciptakannya Ilmu Nahu. Dengan adanya ilmu ini dapat memudahkan orang-orang yang bukan dari bangsa Arab untuk membaca dan memahami Al-Qur’an dan Hadist.
Itulah peradaban pada masa Ali bin Abi Tholib. Meskipun tampak kelihatan dari masa beliau hanya konflik yang tak kunjung selesai namun, dibalik itu semua terdapat hal-hal yang pengting yang pernah dilakukannya dalam islam. Tujuan beliau ialah hanya ingin mengembalikan eksistensi Islam ke semula.
Kemudian kedudukan Ali digantikan oleh anaknya Hasan bin Ali bin Abi Tholib. Namun, karena hasan terlalu lemah, dan Muawiyah semakin kuat. Maka Hasan pun membuat perjanjian damai dengan Muawiyah. Dengan perjanjian itu umat Islam dapat dipersatukan kembali dalam satu kepemimpinan di bawah pimpinan Muawiyah bin Abi Sofyan. Dengan perjanjian itu maka jadilah Muawiyah sebagai pemimpim absolute dalam Islam, perjanjian ini disebut dengan tahun Jama’ah. Maka dari itu, selesailah pemerintahan yang disebut dengan Khulafaur Rasyidin dan mulailah kekuasaan Bani Umayyah.
Inilah peradaban pada masa Khulafaur Rasyidin, yang memiliki sejarah yang sangat luar biasa. Sejarah telah mencatat bahwa kemajuan Islam terjadi dengan pesat pada masa ini. Yang awalnya hanya memerintah dan memiliki kekuasaan yang kecil, mampu menaklukan khusus pada Jazirah Arab dan mampu meluaskannya ke berbagai belahan dunia. Meskipun tidak dipungkiri bahwa pada masa ini Islam mengalami kemunduran dan perpecahan dikarenakan fitnah yang dilakukan oleh kaum Yahudi yang tidak suka dengan kemajuan Islam.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan ini penulis menyimpulkan peradaban Islam pada masa Khulafaur Rasyidin. Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas bahwa dalam perkembangan peradaban Islam, setiap Khalifah memiliki peradaban yang berbeda-beda. Peradaban tersebut dapat kita jadikan sebagai pelajaran bagi kita agar kita dapat menjadi sosok seorang pemimpin yang memiliki prinsip untuk kemashlahatan orang banyak. Inilah pemaparan sebagai kesimpulan.
Gambaran Islam pada masa Khulafaur Rasyidin adalah masa awal pertumbuhan Islam. Maksudnya bukan berarti pada masa Rasulullah Islam belum bertumbuh, tetapi pada Masa Khalifah inilah mulainya pertumbuhan Islam, karena pada saat itu Islam hanya dikususkan kepada Jazirah Arab saja dan sebatas Mekkah dan Madinah saja. Pada masa Khulafaur ini lah Islam mulai disebarkan kebelahan dunia. Namun, perlu kita ketahui pertumbuhan Islam tersebut tidak lah sama kondisinya pada keempat Khalifah, tetapi memiliki perbedaaan, sebab setiap Khalifah memiliki masalah yang berbeda-beda.
Pada masa Abu Bakar perkembangan mengalami kemajuan yang signifikan. Selama masa itu dia habiskan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul ketika Rasulullah wafat. Sebab banyak ketika Rasul wafat, para pengikut Nabi murtad khususnya penduduk Mekkah, mereka merasa kebingungan karena Rasul sudah wafat, maka Islam pun akan hilang. Beberapa peninggalan dan juga beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Abu Bakar pada saat beliau memimpin diantaranya, dalam bidang pemerintahan, perluasan kekuasaan Islam, pendidikan dan melakukan pengumpulan Al-Qur’an. Peradaban ini terus berkembang dilanjutkan pada masa Umar.
Perkembangan Islam semakin pesat pada saat Umar menjadi Khalifah. Pada pemerintahannya dia mampu menguasai serta memperluas kekuasaan Islam dengan cepat. Keberhasilannya ini menunjukkan eksistensi umat Islam yang begitu luar biasa. Dia memiliki sistem politik yang baik dan mampu membuat negara menjadi besar, menaklukan Negara-negara besar dengan prinsip-prinsip yang telah diajarkan olah Rasul. Peradaban pada masa Umar tidak jauh berbeda dengan Abu Bakar, namun beliau lebih menegmbangkannya. Peradaban pada masa Khalifah Umar yang sanagt terlihat dianataranya adalah perluasan wilayah kekuasaan Islam, pembentukan lembaga-lembaga pemerintahan, bidang pendidikan, pedoman peradilan.
Kemudian kekhhalifahan dilanjutkan oleh Utsman. Awal pemerintah Utsman menoreh prestasi, tetapi setelah itu timbul rasa ketidakpuasan dan kecewa dikalangan umat Islam terhadapnya. Pemerintahan beliau sangat berbeda dengan pemerintahan Umar ini mungkin dikarenakan beliau sudah lanjut usia dan terkenal dengan kelemah lembutan, sehingga banyak yang kecewa. Salah satu faktornya yaitu Ustman banyak mengangkat keluarganya dalam menduduki kedudukan di pusat. Utsman tidak dapat berbuat banyak dan tidak tegas terhadap keluarganya dan bawahannya. Sehingga harta kekayaan Negara habis dibagi-bagikan oleh keluarganya tanpa ada pengontrolan.Karya terbesarnya ialah membukukan Al-Qur’an. Pembukuan ini dilakukan atas dasar pertimbangan untuk mengakhiri perbedaan bacaan di kalangan umat Islam. Kemudian melakukan pembangunan-pembangunan seperti pemukiman, jembatan, jalan, masjid, wisma tamu, dan juga pembangunan kota-kota. Menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti persedian air di daerah padang pasir, di lading-ladang dan lain sebagainya.
Dan kepemerintahan terakhir berada di tangan Ali bin Abi Tholib. Pada saat kepemimpinan Ali, kondisi umat Islam sangat tidak stabil, sebab masih banyak permasalahan yang terjadi. Apalagi permasalah terhadap Muawiyah yang mengaggap bahwa Ali bukan Khalifah, kemudian hal ini pun menimbulkan beberapa pemberontak yang tidak setuju dengan kekhalifahan beliau. Pemberontakan ini dimaksudkan karena Ali tidak mau menghukum pembunuh Utsman. Bahkan samapai ada fitnah bahwa Ali lah dalang dari semua ini. Inilah yang terjadi pada masa Ali, banyak terjadi pemberontakan, bahkan ada yang membuat sebuah kelompok yang mengatas namakan pengikut Ali tetapi mereka malah membuat masalah. Hal inilah yang akhirnya membuat Ali terbunuh. Namun, meskipun begitu Ali juga memberikan peradaban pada masanya. Tujuan beliau ialah hanya ingin mengembalikan eksistensi Islam ke semula. Mengembalikan Islam pada ketentuan-ketentuan yang telah diajarkan Rasul dan juga kepada prinsip-prinsip yang telah dijalankan pada masa Abu Bakar dan Umar melakukan pengembalian harta kekayaan yang dimiliki Negara, mengganti pejabat-pejabat yang layak, meskipun pada saat itu muawiyah tidak mau mengundurkan diri dan memberikan pengajaran tentang ilmu yang dapat memudahkan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an dan Hadist.
DAFTAR PUSTAKA
K. Hitti, Philip. 2002. History Of The Arabs. New York: Palgrave Macmillan.
Mahrus dan A. Wahid. 1997. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Armico.
Yatim, Badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo persada.
Amin, Samsul Munir. 2009. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amzah.
Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Haidar Putra Daulai dan Nurgaya Pasa. 2003. Pendidikan Islam Dalam Lintas Sejarah. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Al- Usairy, Ahmad. 2003. Sejarah Islam. Jakarta: Akbar Media Eka Sarana.
Pertanyan-pertanyaan:
1. Yahya Mahdi OK
Bagaimana pengangkatan kholifah Abu Bakar? Apakah ada yang tidak suka dengan pengangkatan Abu Bakar sebagai Kholifah?
2. Reka Wulandari
Bagaimana peradaban yang dibangun kholifah Usman di bidang pendidikan sosial budaya?
3. Tri Widya
Apa yang menyebabkan Hasan lemah dan Mu’awiyah kuat?
Jawaban:
1. Rizki Fikriansyah
Dalam pengangkatan Abu Bakar sebagai Kholifah yaitu dengan cara bermusyawarah, tanpa adanya tim formatur.
Dalam hal ini, ada beberapa pihak yang tidak suka atau tidak setuju dengan pengangkatan Abu Bakar salah satunya adalah golongan yang menganggap bahwa yang berhak menjadi pengganti Rasulullah adalah Ali Bin Abi Tholib, karena dia adalah sepupu sekaligus menantu Rasulullah.
2. Sri Wulandari
Dalam sejarah pemerintahan Usman di katakana dalam sebuah buku bahwasannya peradaban Islam pada masa Usman sama seperti atau mengikuti pemerintahan sebelumnya, namun pada akhir-akhir pemerintahannya terjadi konflik dan fitnah yang menyebabkan terbunuhnya Usman.
Milda Yanti
Peradaban pada bidang pendidikan seperti membangun gedung serta fasilitas-fasilitasnya. Dalam bidang sosial budaya seperti pembangunan pemukiman, jembatan, jalan, masjid, wisma tamu, dan juga pembangunan kota-kota. Menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti persedian air di daerah padang pasir, di lading-ladang dan lain sebagainya.
3. Nurul Pratiwi
Maksudnya dari Hasan itu lemah ialah sebenarnya beliau tidak cocok menjadi seorang pemimpin, kemudian beliau juga mengalah karena tidak mau terjadi perpecahan dikubu kaum muslimin, sehingga yang pada dasarnya Mu’awiyah adalah seorang panglima berhasil merebut jabatan dari Hasan.
Komentar
Posting Komentar