Ulumul qur'an amtsalul quran

AMSTALUL QURAN
Ditujukan untuk memenuhi tugas Ulumu Quran

Oleh:Kelompok 10
Novita Sari
Rizki Fikriansyah
Sri Wulandari
Sahriani Widya Putri
Yuni Agustina
Dosen:Syahrul Kholid,S.Pd.I,M.Pd.I


PENDIDKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SYEKH.H.ABDUL HALIM HASAN AL-ISHLAHIYAH BINJAI
T.A.2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, inayah dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul”AMTSALUL QUR’AN”.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal,tentu saja dari bantuan berbagai sumber yang telah membantu kami dalam penyususnan ini,kami ucapkan terima kasih.
Dalam hal ini tentu saja masih banyak kekurangan dari penyusunan maupun penyampaian dalam makalah ini,maka dari itu saran dan kritikan sangat kami butuhkan dari para pembaca.


Kelompok 10













i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C.Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN 2
A. Pengertian Amtsalul Qur’an 2
B.  Macam-Macam Amstalul Qur’an 4
C.Pendapat Para Ulama Tentang Amstalul Qur’an 8
D.hikmah mempelajari amstalul qur’an 9
BAB III PENUTUP 10
A.Kesimpulan 10
B.Saran 10
DAFTAR PUSTAKA 11






ii
BAB I PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Allah Swt mengutus seorang Rasul dan membekalinya dengan sebuah kitab Al-quran,yang keindahan bahasa dan sastranya tidak bisa ditandingi oleh penyair arab.Di samping gaya bahasa dan sastra yang bernilai tinggi,Al-quran juga berisi ungkapan dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan (amtsal) yang sangat indah dan logis,sehingga perumpaman-perumpaman mengandung ajaran itu bisa diterima masyarakat.
Untuk memahami itu semua maka para ulama tafsir menganggap perlu adanya ilmu yang menjelaskan tentang perumpamaan dalamm Al-quran agar manusia mampu mengambil pelajaran dengan perumpamaan-perumpamaan tersebut.Maka dari itu kami membuat makalah ini guna untuk memberikan penjelesan singkat tentang Amtasalul Quran.
B.RUMUSAN MASALAH
1. Apa defenisi Amtsalul Qurana?
2. Apa saja macam-macam Amtsalul Quran?
3. Bagaimana sikap para ulama mengenai Amtsalul Quran?
4. Apa hikamah/faedah dan manfaat mempelajari Amtsalul Quran?
C.TUJUAN
Dari rumusan masalah di atas,dapat diambilmanfaatnya antara lain:
1. Mengetahui defenisi Amtsalul Quran
2. Mengetahui macam-macam Amtsalul Quran
3. Mengetahu pandangan para ulama terhadap Amtsalul Quran
4. Mengatahui hikah mempelajari Amstalul Quran


1
BAB II PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN AMTSALUL QURAN
Amtsal adalah bentuk jamak dari kata matsal,mitsl dan matsil sama dengan kata syabah,syibh dan syabih,baik lafadz maupun maknanya .Dalam sastra matsal adalah suatu ungkapan perkatan yang dihikayatkan dan sudah popular dengan maksud menyerupakan keadaan yang karena perkataan itu diucapkan.Maksudnya,menyerupakan sesuatu(orang,keadaan) dengan apa yang terkandung dalam perkataan itu.Misalnya “Betapa banyak lemparan panah yang mengena tanpa sengaja”.Artinya betapa banyak lemparan panah yang mengenai sasaran itu dilakukan seorang pelempar yang biasanya tidak tepat lemparannya.Orang pertama yang mengucapkan matsal ini adalah Al-Hakam bin Yagus an-Nagri.Matsal ini ia katakana kepadaorang yang biasanya berbuat salah yang kadang-kadang ia berbuat benar.Atas dasar ini,matsal harus mempunyai maurid(sumber) yang kepadanya sesuatu yang lain diserupakan.
Kata amtsal digunakan juga untuk menunjukkan arti “keadaan dan kisah” yang menakjubkan.Dengan pengertian inilah ditafsirkan kata-kata matsal dalam sejumlah ayat al-quran,misalnya firman Allah:
”matsal(perumpamaan) surga yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya”(Q.S.Muhammad(47):15).Maksudnya menggambarkan kisah dan keadaan surga yang mengagumkan.
Zamakhsyari telah mengisyaratkan akan ketiga arti ini dalam kitabnya Al-Kasysyaf.Ia berkata:
“Matsal menurut asal perkataan mereka berarti al-mitsl dan an-nazir( serupa dan sebanding).Kemudian setiap perkataan yang berlaku,popular,menyerupakan sesuatu (orang,keadaan dan sebagainya) dengan “maurid” (yang terkandung) dalam perkataan itu disebut matsal.

2
Ibnu qayyim mendefenisikan amtsal quran dengan menyerupakan sesuatu dengan sesuatu yang lain dalam hal hukumnya,dan mendekatkan sesuatu yang abstak(ma’qul) dengan indrawi(konkrit,mahsus),atau mendekatkan salah satu dari dua mahsus dengan yang lain dan menganggap salah satunya itu sebagai yang lain.Lebih lanjut ia menggambarkan sejumlah contoh.Contoh-contoh tersebut sebagian besar berupa penggunaan tasybih sarih(perumpamaan yang jelas),seperti firman Allah:
“sesungguhnya matsal(perumpamaan) kehidupan diniawi itu adalah seperti air (hujan) yang kami turunkan dari langit”(Q.S.Yusuf(10):24).Sedankan lain berupa penggunaan tasybih dimni(penyerupaan yang tidak jelas,tidak langsung),misalnya:”dan janganlah diantara kamu menggunjing sebagian yang lain.apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?tentu kamu merasa jijik..”(Q.S.Al-Hujurat(49):12).Dikatakan dhimni karena di dalam ayat ini tidak mengandung tasybih sarih.Dan ada pula yang tidak mengandung tasybih maupun isti’arah(unsure kesamaan) seperti firman Allah:”Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan.Maka dengarkanlah! Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan lalat,walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka,mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu.Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.Oleh Allah disebut dengan matsal padahal di dalamnya tidak terdapat isti’arah maupun tasybih.
Dapat ditarik secara garis besar pengertian amtsal quran terbagi tiga,yaitu
1. Perumpamaan,gambaran atau perserupaan
2. Cerita atau kisah,jika keadaannya sangat menakjubkan
3. Sifat atau tingkah laku



3
B.MACAM-MACAM AMTSALUL QURAN
Amtsal di dalam al-quran ada 3 macam,yaitu:
1.Amtsal musarrahah,ialah yang di dalamnya dijelaskan dengan lafadz matsal atau sesuatu yang menunjukkan tasybih(penyerupaan/perumpamaan).Contoh dalam al-quran diantaranya:
A. Firman Allah tentang orang munafik:
”perumpamaan(matsal)  mereka adalah seperti orang yang menyalakan api,maka setelah api itu menerangi sekelilingnya,Allah menghilangkan cahaya(yang menyinari)mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan,tidak bisa melihat,mereka tuli,bisu dan buta,maka tidaklah mereka akan kembali(kejalan yang benar).atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita,petir dan kilat.mereka menyumbat telinga dengan jari jemarinya,(menghindari) suara petir itu karena takut mati.Allah meliputi orang-orang kafir.hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka.Setiap kali(kilat itu)menyinari,mereka berjalan dibawah (sinar) itu dan apabila gelap menerpa mereka,mereka berhenti.sekiranya allah menghendaki,niscaya dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka.Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu”(Q.S.Al-Baqarah(2):17-20).
Di dalam ayat-ayat ini Allah membuat dua perumpamaan (matsal) bagi orang-orang munafik.Matsal yang pertama berkenaan dengan api (nari),karena di dalam api terdapat unsure cahaya.Dan wahyu yang turun dari langit pun bermaksud untukmenerangi hati dan menghidupkannya.Allah menyebutkan juga kedudukan dan fasilitas orang munafik dalam dua keadaan,di satu sisi mereka bagaikan orang yang menyalakan api untuk penerangan dan kemanfaatan,karena mereka memperoleh kemanfaatan mereka dengan sebab masuk islam.Di sisi lain islam tidak memberikan pengaruh “nur” trhadap hati mereka karena allah menghilangkan cahaya (yang menerangi)mereka dan membiarkan unsur “membakar” yang ada padanya.Inilah perumpamaan mereka yang berkenaan dengan api.
4
Perumpamaan yang berkenaan dengan air(ma’i).Allah menyerupakan mereka dengan keadaan orang yang ditimpa hujan lebat yang disertai gelapgulita,petir dan kilat sehhingga mereka katakutan dan mereka letakkan jari jemari mereka untuk menyumbat telinga dan memajamkan mata karena takut petir menyambar mereka.Ini mengingatkan bahwa al-quran berisi peringatan,larangan,perintah dan sebagai kitab mereka tidak ubah dengan petir yang menyambar-menyambar.
B. Allah juga menyebutkan matsal air dan apiini dalam surah ar-ra’d tentang hak dan yang bathil.
“allah telah menurunkan air(hujan) dari langit,maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya,maka arus itu membawa buih yang mengambang.Dan dari apa(logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat,ada (pula) buihnya seperti buih arus itu.Demikianlah Allah membuat perumpamaan(bagi)yang benar dan yang bathil.Adapun buih itu,akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada harganya,adapun  yang bermanfaat bagi manusia,akan tetap ada di bumi.Demikianlah Allah membuat perumpamaan.
Wahyu yang diturunkan Allah dari langit untuk kehidupan hati diserupakan dengan air hujan yang diturunkanya untuk kehidupan bumi dan tubuh-tumbuhan.Dan hati diserupakan dengan lembah.arus air yang mengalir di lembah,membawa buih dan sampah.begitu pula  hidayah dah ilmu bila mengalir di hati akan berpengaruh terhadap nafsu syahwat dengan menghilangkannya.Inilah  matsal yang berkenaan dengan air.
Logam baik emas,perak,tembaga dan besi ketika dimasukkan kedalam api,maka api akan menghilangkan kotoran,karat yang melekat padanya dan memisahkannya dari substansi yang dapat dimanfaatkannya,sehingga hilanglah karat itu dengan sia-sia.Begitu pula syahwat akan dilemparkan dan dibuang dengan sia-sia oleh hati seorang mukmin sebagaimana arus air menghanyutkan sampah atau api membakar karat logam tersebut.
5
2.Amtsal kaminah,yaitu amtsal yang tersembunyi maksudnya,lafadz tamsil(pemisalan) tidak ditegaskan tetapi menunjuk kepada makna-makna yang indah,menarik dan mempunyai pengaruh tersendiri bila dipindahkan kepada yang serupa dengannya.Contohnya sebagai berikut:
a) Ayat-ayat yang senada dengan perkataan:”Sebaik-baik urusan adalah pertengahannya”
Firman Allah mengenai sapi betina
“Sapi betina itu tidak tua dan tidak muda,pertengahan diantaranya”(Q.S.Al-Baqarah(2):68)
Firman Allah tentang nafkah
“Dan mereka yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir,dan pembelanjaan itu di tengah antara yang demikian”(Q.S.Al-Furqan(25):67)
Firman Allah tentang sholat
“Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholatmu dan jangan pula merendahkannya,dan carilah jalan tengah diantara kedua itu”(Q.S.Al-Isra’(17):110)
Firman Allah tentang infaq
“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) terlalu mengulurkannya”(Q.S.Al-Isra’(17):29)
b) Ayat yang senada dengan ungkapan:”Orang yang mendengarkan itu tidak sama dengan orang yang menyaksikan sendiri”.Misalnya;
Firman Allah tentang Ibrahim:
“Allah berfirman”apakah kamu belum percaya?”Ibrahim menjawab:Saya telah percaya akan tetapi agar bertambah tetap hati saya”(Q.S.Al-Baqarah(2):260)
c) Ayat lain yang serupa dengan perkataan:”seperti yang kamu telah lakukan,maka seperti itu kamu akan dibalas”.Misalnya:
“Barang siapa mengerjakan kejahatan,niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu”(Q.S.An-Nisa(4):123)
6
d) Ayat yang senada dengan perkataan:”Orang mukmin tidak akan masuk dua kali kelubang yang sama”.Misalnya:
Firman Allah melalui lisan ya’kub
“Bagaimana aku percayakan (Bunyamin) kepadamu,kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (yusuf) kepadamu dahulu”(Q.S.Yusuf(12):64)
3.Amtsal mursalah,yaitu kalimat-kalimat bebas yang tidak menggunakan lafadz tasybih secara jelas.Tetapi kalimat-kalimat itu berlaku sebagai matsal.Beberapa ini contoh-contohnya:
“Sekarang ini jelaslah kebenaran itu”(Q.S.Yusuf(12):51)
“Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya  hari itu selain dari Allah”(Q.S.An-Najm(53):58)
“Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya (kepadaku)”(Q.S.Yusuf(12):41)
“Bukankah subuh itu sudah dekat?”(Q.S.Hud(11):81)
“Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya”(Q.S.Al-An’am(6):67)
“Dan rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanaknnya sendiri”(Q.S.Fatir(35):45)





7
C.PANDANGAN/SIKAP ULAM TERHADAP AMTSALUL QURAN
Menurut beberapa ualama mendefenisikan Amtsalul quran:
Menurut istilah ulama ahli adab,Amtsal adalah ucapan-ucapan yang banyak menyamakan keadaan sesuatu yang diceritakan dengan sesuatu yang dituju.
Menurut istilah ulama ahli bayan,Amtsal adalah ungkapan majas yang disamakan dengan asalnya  karena adanya persamaan,yang dalam ilmu balaghah disebut tasybih
Menurut ulama ahli tafsir Amtsal merupakan pengertian abstrak dalam ungkapan yang indah,menarik yang mengenang dalam jiwa,baik dengan bentuk tasybih maupun majas mursal. Kemudian ada perbedaan pendapat tentang ayat-ayat Amtsal mursalah,apa atau bagaimana hukum menggunakannya sebagai Amtsal?
Sebagian ahli ilmu memandang hal demikian keluar atau menyimpang dari adab Quran.Berkata Ar-Razy ketika menafsirkan ayat”untukmu agamamu dan untukku agamaku”(Al-kafirun(109):6)”sebagian orang menjadikan ayat ini sebagai matsal(untuk membela,membenarkan perbuatannya ketika meninggalkan agama/murtad)padahal yang demikian tidak dibenarkan.Sebab Allah menurunkan Quran bukan untuk dijadikan matsal,tetapi untuk direnungkan dan kemudian diamalkan isi kandungannya.”
Golongan lain berpendapat,tak ada halangan bila seseorang menggunakan Quran sebagai matsal dalam keadaan sungguh-sungguh.Misalnya,ia sangat sedih dan berduka karena tertimpa bencana,sedangkan sebab-sebab tersingkapnya bencana itu telah terputus dari manusia,lalu ia mengatakan,”tidak ada yang menyingkapnya selain dari Allah”(An-Najm(53):58).Atau ia diajak oleh orang yang beraliran sesat kemuadian mengatakan”untukmu agamamu dan untukku agamaku(Al-Kafirun(109):6).Tetapi berdosa besarlah seseorang yang dengan sengaja berpura-pura pandai lalu ia menggunakan Quran sebagai matsal,sampai-sampai ia terlihat seperti sedang bersanda gurau.
8
D.HIKMAH MEMPELAJARI AMTSALUL QURAN
1. Menonjolkan sesuatu yang dapat dipahami dengan akal dalam bentuk rupa yang dapat dirasakan oleh panca indera,sehingga akal mudah menerimanya,sebab pengertian-pengertian abstrak tidak akan tertanam dalam benakbkecuali jika ia dituangkan dalam bentuk inderawi yang dekat dengan pemahaman.Misalnya Allah membuat matsal bagi keadaan orang yang menafkahkan harta dengan riya’ di mana ia tidak akan mrndapatkan pahala sedikit pun dari perbuatan nya itu,
”maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah,kemudian batu itu ditimpa hujan lebat,lalu menjadilah ia bersih(tidak bertanah).Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan”.(Q.S.Al-Baqarah(2):264).
2. Menyingkap hikayat-hikayat dan mengemukakan sesuatu yang tidak tampak seakan-akan sesuatu yang tampak.Misalnya:
“mereka yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila”.(Q.S.Al-Baqarah(2):275).
3. Mengumpulkan makna yang menarik lagi indah dalam ungkapan yang padat,seperti amtsal kaminah dan amtsal mursalah.
4. Mendorong orang yang diberi matsal untik berbuat sesuai dengan isi matsal,jika ia merupakan sesuatu yang disenangi jiwa.Misalnya Allah membuat matsal bagi keadaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah,di mana hal itu akan memberikan kepadanya kebaikan yang banyak,Allah berfirman:
“perumpamaan(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang meumbuhkan tujuh bulir,pada tiap-tiap bulir seratus biji.Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang ia kehendaki.Dan Allah maha luas(karunianya) lagi maha mengetahui(Q.S.Al-Baqarah(2):261).

9
BAB III PENUTUP
A.KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya Amtsalul Quran memeiliki pengertian yang banyak yaitu perumpamaan,gambaran,kisan,cerita dan keadaan serta sifat.Amtsalul quran ini sangat penting dalam pembeljaran untuk memahami isi Al-quran.Dari penjelasan diatas juga di jelaskan macam-macam amtsalul quran yang menjelaskan maksud dari isi al-quran,dan perlu kita ketahui bersama bahwasannya seluruh ayat alquran memili matsal,namun bukan berarti kita dapat sembarang menggunakan serata menafsirkan ayat tersebut sebagai amtsal,sebab al-quran diturunkan untuk dipelajari dengan benar bukan menajarkannya untuk kesalahan.
Amtsalul quran ini memberikan penggambaran yang baik serta ancaman kepada manusia yang dapat di talar oleh akal manusia,sehingga dengan adanya amtsal ini kita dapat sadar serta dapat termotivasi dan mengerti  akan segala yang allah telah gambarkan tentang kehidupan ini baik dari segi kabar gembira sampai kepada ancaman bagi orang-orang yang mendustakan perintah allah.Amstal ini juga salah satu bukti kebesaran Allah bahwa dengan adanya Amtsal ini menunjukkan Allah selalu berkata baik terhadap hamba-hambanya melalui Amtsal.
B.SARAN
Sebenarnya dalam penyajian makalah ini masih terdapat banyak kesalahan,tapi besar harapan kami dengan makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita akan pentingnya Amtsalul quran dalam memahami kehidupan ini.Maka dari itu kami harap pembaca dapat mengambil pelajaran dari makalah ini dan membandingkannya dengan apa yang sudah ada.



10
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qattan,khalil Manna’.2009.Studi Ilmu-Ilmu Quran.Jakarta:PT.Pustaka Litera Antarnusa.(Diterjemahkan oleh Drs.Mudzakir AS)
http: Riniimapurwanti.blogspot.co.id/2015/04/makalah-amtsalulquran.html?m=1
http:Mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.co.id/2013/12/amtsalul-quran-pengertian-macam-macam.html?m=1
















11

Komentar

Posting Komentar